Halaman Tidak Ditemukan

Atau coba buka salah satu post di bawah ini:

  • Sharing Pengalaman Test Psikometri Pertamina Online Tahun 2009 Menurut saya sistem seleksi Pertamina kali ini tidak memenuhi validitas pengukuran dikarenakan sbb: 1. seleksi dengan sistem online tanpa pengawasan sehingga bisa dikerjakan mereka yang tidak berhak atau bahkan dikerjakan lebih dari satu orang (keroyokan); 2. Dengan tanpa pengawasan ada hal yang neh yaitu peraturan tidak boleh pakai kalkulator, ini aneh karena ada larangan tanpa ada pengawasan
  • Info Lowongan Kerja di BUMN Askrindo Persero Tahun 2009 PT. Asuransi kredit Indonesia (Askrindo)/Persero, merupakan badan Usaha Milik Negara ( BUMN) yang bergerak di bidang asuransi kredit dan penjaminan, membuka kesempatan Kepada Warga Negara Indonesia baik pria maupun wanita untuk berkarier di PT. ASKRINDO dengan kualifikasi Pendidikan Sarjana ( S1) berlatar belakang pendidikan : -Teknik : Sipil , Arsitektur , Industri -Pertanian -Teknik Informatika -Manajemen Informatika -Ekonomi : Studi
  • Lowongan Kerja di Bank Indonesia BI untuk jurusan Ekonomi Teknik Informatika dan Teknik Bank Indonesia mengundang profesional muda yang berintegritas dan berdedikasi tinggi melalui program Multi Level Entry untuk jabatan Non-Staf yang akan ditempatkan pada posisi Pengawas Bank Pertama dan beberapa posisi di bidang Logistik dan Teknologi Informasi. Persyaratan Administratif: - Usia maksimum 30 tahun pada 1 Agustus 2008 (Lahir setelah 31 Juli 1978) untuk posisi Pengawas Bank Pertama (PBP) -
  • Ribuan PNS Langgar Aturan Satu Anak BEIJING (BP) – Kebijakan satu anak untuk setiap keluarga di China, ternyata banyak dilanggar. Yang mengabaikan aturan itu justru dari kalangan pegawai negeri sipil (PNS). Di Provinsi Hunan, hampir 2 ribu pegawai pemerintah diketahui memiliki anak lebih dari satu. Yang melanggar itu termasuk kalangan pejabat. Xinhua juga melaporkan, komisi keluarga berencana menemukan 21 anggota parlemen pusat
  • KPK Meminta Renumerasi PNS Dikaji Ulang Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Antasari Azhar memandang, pegawai negeri sipil yang bergaji besar tetapi tidak menunjukkan kinerja baik sama saja telah berperilaku koruptif. Ia menyarankan perlunya perbaikan renumerasi kepegawaian yang berbasis kinerja individu (key performance indicator) di lembaga pemerintahan. “Kalau Anda udah bergaji gede, tetapi tidak berkinerja (baik), artinya itu perilaku koruptif,” tuturnya seusai menghadiri acara